MASA DEPAN PEKERJAAN: 5 Skill Wajib 2030 Biar Gak Jadi ‘Beban’.

MASA DEPAN PEKERJAAN: 5 Skill Wajib 2030 Biar Gak Jadi ‘Beban’.

Lulus kuliah, IPK 4, tapi nganggur? Bisa jadi! Kenapa? Karena skill yang kamu pelajari udah ‘basi’ di tahun 2030. Dunia kerja berubah cepet banget. Gelar S1 aja nggak cukup, Bos!

Mau survive? Kuasai 3 ‘paket’ masa depan Indonesia:

  1. Green Skill: Apa pun kerjaanmu (insinyur, akuntan), harus ‘ngerti’ Sustainability & ESG.
  2. Industrial Skill: Indonesia lagi ‘hilirisasi’. Kita butuh buanyak banget insinyur kimia, metalurgi, dan operator pabrik hi-tech.
  3. AI Fluency: Gak harus ngoding. Tapi ‘melek’ AI, Data Analytics, dan gak ‘kalah pinter’ dari ChatGPT itu wajib.

Tapi, skill teknis aja gak cukup. AI bisa ngalahin kamu ngitung. Tapi AI gak bisa ‘ngerasa’. Skill termahal 2030 adalah Critical Thinking (mikir kritis), Creativity (kreatif), dan Empathy (empati).

Jadi, jangan nyalahin pemerintah kalau nganggur. Tanya diri sendiri: skill-ku masih ‘relevan’ gak 5 tahun lagi? Berhenti jadi ‘kaum rebahan’, mulai ‘nyicil’ skill baru dari sekarang. Your choice!

Intisari:

  1. Gelar sarjana saja tidak lagi menjamin pekerjaan di masa depan.
  2. Skill teknis yang wajib dikuasai: Green Skills (ESG), Industrial Skills (Hilirisasi), dan AI Fluency.
  3. Skill termahal dan tidak bisa diganti AI adalah skill ‘manusia’: Critical Thinking dan Empathy.
  4. Profesional muda harus proaktif ‘menyicil’ skill baru agar tetap relevan.